
RANTAU, Beritakan.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di area sekitar operasional perusahaan (Ring 1), PT Bhumi Rantau Energi (BRE) menggandeng Puskesmas Lokpaikat untuk menggelar pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis. Kegiatan sosial yang menyasar ratusan warga ini berlangsung secara tertib di Aula Desa Ayunan Papan, Kabupaten Tapin, Kamis (23/7/2026).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mencakup seluruh lapisan masyarakat mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia). Selain pemeriksaan kesehatan umum, deteksi dini penyakit menular juga menjadi salah satu fokus utama dalam layanan ini.
Plt Kepala Puskesmas Lokpaikat, Alex Adam Malik, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan kondisi fisik warga tetap prima dan mengantisipasi penyebaran penyakit sejak dini.
“Mulai dari balita hingga lansia kita lakukan pemeriksaan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada potensi penyakit menular yang meluas di tengah warga,” ujar Alex.
Kepala Desa Ayunan Papan, Sarjaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak perusahaan dan Puskesmas atas inisiatif yang berdampak langsung bagi warganya.
“Ada ratusan warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis ini. Kami sangat senang karena seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Sarjaya.
Di sisi lain, CSR Officer PT Bhumi Rantau Energi, Asliannor, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memajukan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di desa binaan.
“Kami ingin warga di desa binaan senantiasa sehat. Oleh karena itu, pengobatan gratis ini menjadi agenda rutin kami. Ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan untuk masyarakat Kabupaten Tapin,” terang Asliannor.
Tidak hanya memberikan layanan medis langsung di tempat, pada kesempatan yang sama PT BRE juga menyerahkan bantuan alat cek darah mandiri secara simbolis kepada 8 desa di Kabupaten Tapin.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas penunjang kesehatan tingkat desa, sehingga deteksi dini kesehatan warga di wilayah tersebut dapat dilakukan lebih cepat dan mandiri.





